GMP Adalah

gmp adalah

Good Manufacturing Practices atau GMP adalah pedoman yang menyediakan sistem proses, prosedur dan dokumentasi untuk memastikan suatu produk memiliki identitas, kekuatan, komposisi, kualitas dan kemurnian yang muncul pada labelnya. GMP memastikan sebuah produk :Berkualitas tinggi yang konsisten;Sesuai dengan tujuan penggunaannya;Memenuhi persyaratan dari otorisasi pemasaran (MA) atau spesifikasi produk.

Kegunaan penerapan GMP Adalah

Kegunaan penerapan GMP bagi pelaku usaha/perusahaan/industri :

  1. Memproduksi dan menyediakan makanan yang aman dan layak bagi konsumen.
  2. Memberikan informasi yang jelas dan mudah dimengerti kepada masyarakat untuk melindungi makanan terhadap kontaminasi dan kerusakan
  3. Mempertahankan atau meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap makanan yang diproduksi.

Kegunaan penerapan GMP bagi lembaga terkait/pemerintah :

  1. Melindungi konsumen dari penyakit atau kerugian yang diakibatkan oleh makanan yang tidak memenuhi persyaratan.
  2. Memberikan jaminan kepada konsumen bahwa makanan yang dikonsumsi merupakan makanan yang layak. Mempertahankan atau meningkatkan kepercayaan terhadap makanan yang diperdagangkan secara internasional.
  3. Memberikan bahan acuan dalam  program pendidikan kesehatan dibidang makanan kepada industri dan konsumen.

Strategi dalam penerapan GMP Adalah

Penerapan GMP akan lebih efektif setelah pelaku usaha/perusahaan benar-benar memperhatikan beberapa aspek berikut ini:

1. Membangun sebuah komitmen diantara seluruh personil yang terkait dalam suata usaha.

2. Memilih standar referensi dalam hal penerapan strategi GMP secara lebih tepat.

3. Menetapkan indikator tentang keefektifan dalam hal penerapan strategi GMP, dan melakukan evaluasi kinerja untuk penerapan GMP.

4. Membentuk tim yang benar-benar solid, dengan penanggungjawab utama dari tim tersebut adalah salah satu personel yang sudah terlatih dan memiliki jiwa kepemimpinan serta motivasi yang cukup kuat.

5. Secara terus-menerus berusaha untuk melakukan awareness (kesadaran) baik itu untuk level manajer, supervisor sampai setingkat karyawan.

Pedoman GMP

1. Validasi

Proses manufaktur didefinisikan secara jelas dan titik kontrol kritis diidentifikasi dan dikendalikan. Instruksi dan prosedur ditulis dalam bahasa yang jelas dan tidak ambigu. Semua proses dan peralatan penting yang digunakan untuk memproduksi dan menguji materi divalidasi untuk memastikan konsistensi dan kepatuhan terhadap spesifikasi.

2. Kontrol

Setiap perubahan pada proses dievaluasi terlebih dahulu untuk menentukan apakah ada kemungkinan perubahan pada kualitas produk. Semua personil utama menandatangani semua perubahan yang mungkin mempengaruhi kualitas produk dan melakukan validasi ulang.

3. Latihan

Personil dilatih tentang Standard Operating Procedures (SOP) untuk melaksanakan dan mendokumentasikan prosesnya.

4. Dokumentasi

Selama proses pembuatan, catatan dibuat untuk menunjukkan bahwa semua langkah yang diperlukan oleh prosedur dan instruksi yang ditetapkan telah ditaati, dan kualitas dan kuantitas yang diharapkan dari produk dapat terpenuhi. Penyimpangan diselidiki dan didokumentasikan, rekaman pembuatan yang lengkap dan dapat ditelusuri dipertahankan dalam bentuk yang dapat dipahami dan mudah diakses.

5. Keluhan

Keluhan tentang produk yang dipasarkan diperiksa, penyebab cacat kualitas diselidiki, dan tindakan yang tepat dilakukan sehubungan dengan bahan yang rusak untuk mencegah terulang lagi.

6. Pengingat

Sistem memberikan pengingat untuk mengelola data secara terkomputerisasi, memudahkan untuk memonitoring serta mencegah terjadinya kesalahan.

Standard GMP

GMP pada makanan dan minuman telah diatur dalam undang-undang, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Standard yang digunakan GMP pada produksi kuliner di Indonesia adalah SK MENKES No.23/MENKES/I/1978 yang disebut CPMB (Cara Produksi Makanan yang Baik) adalah sebagai berikut:

  1. Lokasi pabrik
  2. Bangunan
  3. Fasilitas Sanitasi
  4. Peralatan Produksi
  5. Bahan
  6. Produk Akhir
  7. Laboratorium
  8. Higiene karyawan
  9. Wadah kemasan
  10. Label
  11. Penyimpanan
  12. Pemeliharaan sarana pengelolaan dan kegiatan sanitasi
  13. Kualitas pengiriman

Itulah pengertian, tujuan, manfaat dan standard GMP pada industri makanan dan minuman di Indonesia. Semua itu disusun demi keamanan dan kenyamanan produsen, konsumen dan pemerintah.

Share

Add Your Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.