Tarif ISO 27001

Tarif ISO 27001

Tarif ISO 27001. ISO 27001 merupakan suatu standar Internasional dalam menerapkan sistem manajemen kemanan informasi atau lebih dikenal dengan Information Security Management Systems (ISMS). Menerapkan standar ISO 27001 akan membantu organisasi atau perusahaan Anda dalam membangun dan memelihara sistem manajemen keamanan informasi (ISMS). ISMS merupakan seperangkat unsur yang saling terkait dengan organisasi atau perusahaan yang digunakan untuk mengelola dan mengendalikan risiko keamanan informasi dan untuk melindungi serta menjaga kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity) dan ketersediaan (availability) informasi.

ISO 27001: 2013 memiliki sepuluh klausa pendek, ditambah lampiran yang panjang, yang meliputi:

  1. Lingkup standar
  2. Bagaimana dokumen direferensikan
  3. Istilah dan definisi dalam ISO / IEC 27000
  4. Hubungan organisasi dan stakeholder
  5. Kepemimpinan keamanan informasi dan dukungan tingkat tinggi untuk kebijakan
  6. Perencanaan sistem manajemen keamanan informasi; perkiraan risiko; kontrol terhadap resiko
  7. Mendukung sistem manajemen keamanan informasi
  8. Membuat operasional sistem manajemen keamanan informasi
  9. Meninjau kinerja sistem
  10. Tindakan korektif

ISO 27001 adalah standar internasional yang diakui secara global untuk mengelola risiko terhadap keamanan informasi yang Anda pegang. Sertifikasi ISO 27001 memungkinkan Anda untuk membuktikan kepada klien Anda dan pemangku kepentingan lainnya bahwa Anda mengelola keamanan informasi dalam possesion Anda. ISO 27001: 2013 (versi saat ini ISO 27001) menyediakan satu set persyaratan standar untuk sistem manajemen keamanan informasi (ISMS). Standar ini mengadopsi pendekatan proses untuk menetapkan, menerapkan, operasi, pemantauan, pengkajian, memelihara, dan meningkatkan ISMS Anda

Manfaat ISO 27001:

  • melindungi klien dan informasi karyawan
  • mengelola risiko keamanan informasi secara efektif
  • mencapai kepatuhan
  • melindungi citra merek perusahaan

Penerapan atau Implementasi ISO 27001

Dalam proses implementasinya, ISO 27001 tentu harus didukung oleh kemampuan sumber daya manusia dan ketersediaan sarana teknologi. Tak hanya itu, juga diperlukan kerja sama dari berbagai pihak di internal perusahaan untuk bertanggung jawab terhadap penerapan spesifikasi yang ada.

Di antaranya mencakup tanggung jawab manajemen, perbaikan berkelanjutan, dokumentasi, audit sistem informasi, dan tindakan korektif.

Secara lebih detail, penerapan ISMS akan melibatkan beberapa hal pokok, yaitu;

  • Ruang lingkup dari proyek kerja organisasi/perusahaan
  • Melakukan proses identifikasi terhadap pihak yang berkepentingan, termasuk juga terkait peraturan, syarat hukum, dan kontrak.
  • Komitmen penyusunan anggaran dalam sistem manajemen keamanan informasi
  • Melakukan review, evaluasi, dan kontrol
  • Melakukan penilaian atas risiko keamanan
  • Mengembangkan kompetensi atau kemampuan internal dalam pengelolaan proyek
  • Melakukan dokumentasi pada setiap kegiatan
  • Mengadakan pelatihan bagi para staf untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka
  • Melaporkan hal-hal yang berhubungan dengan statement of applicability beserta cara penanggulangan risiko keamanan
  • Melakukan pengukuran, pemantauan, serta peninjauan secara berkala dan berkelanjutan, untuk kemudian dilakukan proses audit
  • Siap sedia untuk melakukan tindakan preventif dan korektif

Selain beberapa hal pokok tersebut, penerapan ISO 27001: 2013 juga bisa dipadukan dengan standar lain, seperti:

  • ISO 27003 tentang pedoman implementasi sistem manajemen keamanan informasi
  • ISO 27004 tentang pengukuran ISMS menggunakan matriks untuk meningkatkan efektivitasnya
  • ISO 27005 tentang standar manajemen risiko keamanan informasi yang diterbitkan pada tahun 2008
  • ISO 27006 yang berisi panduan proses registrasi untuk sertifikasi ISMS oleh badan yang terakreditasi
  • ISO 27007 tentang pedoman audit sistem manajemen keamanan informasi

Mengapa ISO 27001 Perlu Diterapkan pada Perusahaan

Ada beberapa alasan mengapa ISO 27001 perlu diterapkan pada perusahaan, terlepas apa pun jenis, sifat, dan ukuran dari badan usaha tersebut. Berikut beberapa di antaranya:

1. Penerapan ISMS sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap pentingnya kerahasiaan data.

2. Sebagai upaya untuk mengurangi kemungkinan terjadinya pelanggaran keamanan di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

3. Sebagai upaya untuk meminimalisasi risiko dan konsekuensi yang pada akhirnya bisa berdampak pada besarnya biaya ketika terjadi masalah atau ancaman keamanan informasi.

4. Penerapan ISO 27001 dapat membantu perusahaan mendeteksi dini bagian-bagian yang berpotensi menyebabkan terjadinya kebocoran/hilangnya informasi dan data.

5. Adanya standar ISO 27001 akan memberikan panduan terkait perancangan dan pelaksanaan ISMS, sehingga implementasinya akan lebih sistematis, terencana, serta terukur.

6. ISO 27001 juga berfungsi sebagai kontrol sehingga perusahaan akan terbantu dalam proses pengelolaan manajemen keamanan dan budaya kerja.

7. ISO 27001 merupakan standar yang diakui secara global dan dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen lain, seperti ISO 9000, ISO 20000, ISO 14000, dan masih banyak lagi. Tentunya ini akan bermanfaat untuk terciptanya tata kelola perusahaan yang lebih baik.

8. Dengan memiliki sertifikat ISO 27001 menunjukkan bahwa perusahaan telah mematuhi peraturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, khususnya Undang-Undang ITE dan Permenkominfo No.4 tahun 2006 tentang sistem manajemen pengamanan informasi.

9. Sertifikasi ISO 27001 bisa menjadi penanda atau indikator bahwa perusahaan telah memiliki sistem manajemen keamanan informasi yang baik. Dengan begitu, secara tidak langsung ini juga dapat meningkatkan kepercayaan dari calon konsumen ataupun pihak ketiga dan stakeholder terkait.

10. Memiliki sertifikat ISO 27001 akan menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang nantinya bisa berdampak pada citra positif badan usaha tersebut.

Itulah beberapa alasan mengapa ISO 27001 tentang sistem manajemen keamanan informasi sangat penting untuk diterapkan oleh perusahaan. Meski memang, dalam prosesnya, membangun sebuah sistem manajemen bukanlah perkara mudah.

Share

Add Your Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.